Nikmat Kubur

Setelah mengetahui dan meyakini adanya azab kubur yang amat mengerikan dan menakutkan, bersumberkan Al-Quran dan As-Sunnah yang sahih, juga mengetahui pelbagai penyebabnya, dan hal-hal yang akan menye­lamatkan darinya, maka termasuk kejayaan yang agung adalah selamat dari berbagai azab tersebut dan men­dapatkan nikmat di dalamnya dengan rahmat-Nya.Allah SWT berfirman:

“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang soleh maka Rabb mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (Syurga). Itulah keberuntungan yang nyata.” (Al-Jatsiyah: 30)

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku menderhakai Rabbku.’ Barang­siapa yang dijauhkan azab daripadanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata.” (Al-An’am: 15-16)

Adapun nikmat kubur, di antaranya apa yang Rasulullah s.a.w. beritakan dalam hadis Al-Bara’ r.a yang panjang:

• Mendapatkan ampunan dan keredaan-Nya. Se­bagaimana perkataan malakul maut kepada orang yang se­dang menghadapi sakaratul maut: “Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keredaan-Nya.”

• Dikukuhkan hatinya untuk menghadapi dan men­jawab fitnah kubur. “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim: 27)

• Dibentangkan permaidani, disiapkan dengan pa­kaian dari Syurga, dibukakan baginya pintu menuju Syurga, dilapangkan kuburnya, dan di dalamnya ditemani orang yang tampan wajahnya, bagus penampilannya, sebagaimana yang Rasulullah s.a.w. khabarkan dalam hadis Al-Bara’ yang pan­jang:

“Maka bentangkanlah permaidani dari Syurga, hiasilah ia dengan pakaian dari Syurga. Bukakanlah baginya sebuah pintu ke Syurga, maka sampailah kepadanya bau wangi dan keindahannya. Dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang, kemudian datang kepadanya seorang yang tampan wajahnya, bagus pakaiannya, wangi baunya. Lalu dia berkata: ‘Berbahagialah dengan perkara yang menyenang­kanmu. Ini adalah hari yang dahulu kamu dijanjikan.’

Dia pun bertanya: ‘Siapa kamu? Wajahmu adalah wajah orang yang datang membawa kebaikan’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang soleh…”
(Riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Mudah-mudahan Allah SWT meneguhkan hati kita di atas kalimat tauhid hingga akhir hayat kita dan menyelamatkan kita dari berbagai fitnah (ujian) dunia dan fitnah kubur, serta memasukkan kita ke dalam jannah-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

 

http://mama-syafi.blogspot.com/2010/08/nikmat-kubur.html

About these ads
By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Aqidah