Jembatan [Ash-Shirath] yang Terbentang Pada Hari Kiamat

Pernahkah engkau mendengar tentang As-Shirath?? bila iya, maka bekal apa yang telah ukhti siapkan agar bisa selamat menyebranginya hingga ketepian? sungguh tanpa bekal amal shaleh yang diterima-Nya mustahil kita akan selamat menitinya. Banyak orang awwam mengatakan bahwa shirat adalah titian rambut yang dibelah tujuh, benarkah pernyataan ini?Bila ukhti belum pernah mendengar tentang shirat ini maka penulis akan memaparkan tentang ash-shirat ini dengan agak mendetail (Insya Allah) disertai dengan dalil yang shahih dan rajih dengan harapan agar ukhti-ukhti muslimah semuanya mempersiapkan diri sejak sekarang supaya nantinya tidak menyesal dan selamat dalam menitinya.Amiin.Makna Ash-Shirat

Ash-shirat sebagaimana yang difahami oleh para ulama salaf adalah titian (jembatan) yang melintas diatas Jahannam. Yaitu apabila manusia telah keluar dari mahsyar menuju kegelapan, sampai ketitian (jembatan).1

 

Keadaan Ash-Shirat Yang Gelap Gulita

Karena sangat gelapnya maka pada hari itu manusia amatlah butuh dengan cahaya agar mereka bisa melihat. Kondisi yang sangat mengerikan ini telah dijelaskan Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

”Yaitu pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar dihadapan dan disebelah kanan mereka,Pada hari ini ada berita gembira untukmu yaitu surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai yang kamu kekal didalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak(12) Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang beriman “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu” dikatakan “kembalilah kamu kebelakang dan carilah sendiri cahaya”Lalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu.Disebelah dalamnya ada rahmat dan disebelah luarnya dari situ ada siksa(13) Orang-orang munafik itu memanggil mereka seraya berkata “Bukankah kami bersama-sama dengan kamu”Mereka menjawab”Benar, tetap kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran)kami dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh syetan yang amat penipu(14) Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir.Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali(15)”[Al-hadid ayat 12-15]

 

Dan, dalam ayat lainnya, Allah berfirman:

”Pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang beriman bersama dengan dia, sedang cahaya mereka memancar dihadapan dan disebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan:”Ya, Tuhan Kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”(At-Tahrim ayat

 

Imam Ibnu Katsir menjelaskan makna ayat diatas dengan berkata (lihat ayat 12-15):

Sesuai dengan amal mereka akan melintasi jembatan .Diantara mereka ada yang cahayanya sebesar gunung ada pula yang seperti pohon kurma dan ada pula seperti seorang laki-laki normal yang tengah berdiri tegak Yang paling rendah adalah orang-orang yang cahayanya terdapat pada ibu jari mereka terkadang bercahaya terkadang padam.Riwayat ini turut pula diriwayatakan oleh Ibnu Abi hatim dan Ibnu Jarir.Apabila menyala ia melangkah dan apabila padam ia berhenti.Imam Abul Qasim Ath-Thabrani telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa rasulullah saw bersabda :”Allah swt akan memanggil umat manusia diakhirat nanti dengan nama-nama mereka sebagai tirai penghalang dari-Nya. Adapun diatas jembatan, maka Allah ta’ala memberikan cahaya kepada setiap orang beriman dan munafik. Bila mereka telah berada ditengah-tengnah jembatan, Allahpun akan segera merampas cahaya orang-orang munafik laki-laki dan perempuan .Ketika itu berkatalah orang-orang munafik”Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu. Dan berkatalah orang-orang beriman:Ya, Rabb kami sempurnakanlah untuk kami cahaya kami. Ketika itulah setiap orang tidak akan mengingat orang lain.”(HR.Tabrani)Ad-Dahak mengatakan: masing-masing dari kalian pastilah diberi cahaya pada hari kiamat, maka apabila mereka sampai ke shirat (jembatan/titian) padamlah cahaya orang-orang munafik, maka ketika orang mukmin melihatnya khawatirlah mereka apabila cahaya mereka padam, sebagaimana orang munafik.Maka mereka berdo’a wahai Rabb kami sempurnakanlah cahaya kami.

Tingkatan Orang yang Melintasi Ash-Shirat

Sungguh orang yang akan melewati shirat ini bermacam-macam tingkatannya, berdasarkan amal perbuatannya sewaktu hidup didunia.Ada yang secepat kilat,ada yang secepat angin, ada yang berlari dan ada pula yang berjalan bahkan merangkak!!Perhatikanlah,..wahai hamba-hamba Allah yang beriman dan saudariku seiman betapa dahsyatnya peristiwa pada hari itu sehingga Nabi kita pun sampai berdo’a kepada-Nya agar umatnya selamat dalam meniti shirat ini.Untuk lebih jelasnya marilah kita simak hadits-hadits berikut ini:


hadits pertama,

”………maka orang itu dan yang lainnya melewati titian tadi.Sedangkan titian itu pipih bagaikan mata pedang, licin dan tajam. Diperintahkan kepada mereka:”lewatlah kalian menurut cahaya masing-maing”.Diantara mereka ada yang lewat bagaikan lesatan bintang-bintang. Diantaranya ada yang lewat bagaikan angin. Ada juga yang lewat bagaikan kejapan mata. Ada juga yang seperti kuda tunggangan yang kencang. Ada lagi yang berjalan miring.Mereka semua berjalan sesuai dengan kadar amal perbuatannya. Sampai datang orang yang cahayanya cuma diujung jempol kakinya untuk lewat. Sekali satu tangannya dikedepankan, yang lain terpaksa digantungkannya.Sekali kaki yang satu kedepan, yang lainnya juga harus ditahan kuat-kuat. Pinggir-pinggir tubuhnya sempat juga menyentuh api Jahannam.Lalu beliau melanjutkan:”maka selamatlah mereka sampai kesebrang. Ketika sampai mereka berkata: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dan kamu dari neraka setelah terlebih dahulu memperlihatkan dirimu kepada kami.Sungguh Allah telah menganugerahkan kepada kami apa yang tak pernah Dia berikan kepada siapapun”

 

{
size=1>HR. Al-Hakim. secara mauquf pada Ibnu Mas’ud dikeluarkan oleh Al-Hakim
II/376-377.Atsar tersebut shahih, disahihkan oleh Al-hakim dan disepakati oleh
Adz-Dzahabi.Untuk melihat secara lengkap takrijnya silahkan merujuk kitab Tahzib
Syarh Aqidah Thahawiyah yang telah di syarahkan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Bani
dalam jilid II/66-67– penulis}

hadits kedua,

Dari jalan Abu Hurairah dan Huzaifah:

”……Diriwayatkan bahwa mereka pun mendatangi Muhammad. beliau lalu berdiri dan dijijnkan untuk membuka pintu surga. dikirimlah amanah dan rahmat lalu berdiri dikedua sisi titian tersebut, kiri dan kanannya. Rombongan pertama melewatinya sebagaimana kilat”.Aku bertanya (yaitu Abu Hurairah–pen): Demi Ayah dan ibuku bagaimana yang dimaksud dengan secepat kilat?” Rasulullah menjawab:”Tidakkah kalian tahu bagaimana kilat itu datang dan pergi dengan sekejap mata? Ada juga yang melewatinya secepat angin, kemudian secepat burung dan berlari kencang. Amal perbuatan mereka yang menentukan semua itu. Sementara Nabimu ini berdiri diatas titian itu dan berkata;”Ya, rabbi, selamatkanlah mereka, selamatkanlah mereka”Sampai ada yang amal perbuatannya tak mampu menjalankan dirinya, sehingga ada orang yang hanya dapat melewatinya dengan merangkak” (HR. Muslim, no.195, Kitabul Iman, Bab Penghuni surga yang terendah)


hadits ketiga,

Dari jalan Abu Said Al-Khudry :

”Maka ada orang-orang mukmin yang melewatinya sekejap mata, ada yang seperti kilat, ada yang seperti angin, ada yang seperti burung, ada yang bagaikan tunggangan yang baik. Orang yang selamat tanpa suatu apapun, itulah yang akan selamat kesurga. Orang yang tercakar, masih menggantungkan nasibnya dan yang terdorong akan masuk keneraka”

 

{HR.Muslim dalam kitabul Iman 183, Bukhari dalam Kitab Tauhid, An-Nasa’i 8/112,11 dan Ahmad 3/17}

 

Bentuk Ash-Shirat, Wujud dan Cara Melewatinya

Orang yang menganggap remeh tentang masalah shirat ini mungkin hanyalah mengira bahwa ia adalah mirip dengan jalan di dunia yang sulit dilalui dan bergelombang turun dan naik. Padahal tidaklah demikian. Shirat ini lebih tajam daripada pedang, diatas kiri kanannya terdapat jangkar-jangkar dan alat penyambar. Tiba-tiba anda akan dipaksa melewatinya sementara dibawahnya adalah neraka jahannam, melihatnya tentu akan membuat hati ukhti ciut dan pendengaranmu akan tertutup oleh suara gemuruhnya.Marilah kita simak pengabaran tentang bentuk ash-shirat ini.


hadits pertama

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

” Ash-shirat dibentangkan diatas punggung jahannam.Aku dan umatku yang pertama kali melewatinya.Hanya para rasul yang berhak berbicara pada hari itu. Do’a para rasul adalah :”Ya, Allah selamtakanlah mereka, selamatkanlah mereka”.Diatas Jahannam itu terdapat jangkar-jangkar yang bagaikan duri sa’dan.Tahukah kalian apa duri Sa’dan itu? [Sa'dan adalah sejenis tumbuhan yang dipenuhi dengan duri pada segala sisinya--penulis]Kami menjawab: Ya.Sungguh ia seperti duri Sa’dan. Hanya Allah sajalah yang mengetahui besarnya. Mereka semua akan diperlakukan sesuai dengan amal perbuatan mereka”

 

(HR. Bukhari, kitabu riqaaq bab : Ash-Shirat adalah jembatan diatas Jahannam. Muslim no.182,kitabul Iman)

hadits kedua,

Dari Abu Hurairah dan Huzaifah radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

”Di kedua sisi titian (jembatan) itu terdapat jangkar-jangkar yang bergantung diperintah untuk menjerat siapa saja yang diperintahkan oleh Allah.Orang yang hanya tercakar, akan selamat, namun yang terdorong akan masuk ke neraka”. Demi Dzat yang jiwa Abu Hurairah ditangan-Nya sesungguhnya dasar neraka itu dalamnya sejauh 70 tahun”(HR. Muslim, no.192 kitabul Iman)

 

Tambahan tentang bentuk ash-shirat ini terdapat dalam kitab Fitnah dan Bencana Akhir Zaman oleh Imam Ibnu Katsir (dalam bahasa ArabnyaAn-Nihayaah fil fitan wal malaahim) tidak semua dipaparkan disini karena sangat panjang nantinya, untuk lebih jelasnya silahkan merujuk kesana.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dari Ubaid bin Umaid bahwa ia berkata:

” Wahai manusia sesungguhnya ash-shirat adalah titian yang dipasang diatasnya,licin dan curam adapun para malaikat berada disisi jembatan seraya berkata : Rabbi selamatkan. Ia berkata: Sesungguhnya ash-shirat seperti pedang diatas titian jahannam yang penuh dengan duri-duri, dan demi Allah sesungguhnya satu duri akan mengait lebih banyak dari suku Rabi’ah dan Bani Mudar”. Dan dari Sa’id bin Abi Hilal ia berkata : Telah sampai kepada kami bahwa shirat pada hari kiamat diatas titian jahannam, atas sebahagian manusia lebih rumit dari helaian rambut dan atas sebahagian yang lain seperti lembah yang luas. (Fitnah dan Bencana Akhir zaman hal: 482)

 

Setelah membaca penjelasan diatas tentunya engkau akan merasa ngeri dan takut, dan sungguh pasti engkau akan berfikir dapatkah aku melewatinya dengan selamat? Ukhti muslimah, tidakkah engkau renungkan pada posisi yang mana engkau akan melewatinya? apakah dengan secepat kilat, berlari, berjalan ataukah merangkak?? kalau titian itu telah bergoncang dan api Jahannam telah menjilat-jilat dibawahmu dengan dahsyat maka tak ada jalan selamat atau jalan pembebasan. Yang berguna bagimu dan bagi kita semua adalah hanya amal shalih yang diterima atau taubat (di dunia) yang tulus dan dosa yang sudah terampuni. Pilihlah sekarang, amalan apa yang lebih menyelamatkan dirimu? jalan mana yang dapat menolong dan berguna menyelamatkanmu? Semoga Allah selalu memberikan kita hidayah dan taufik-Nya sesungguhnya tanpa kedua hal ini maka kita akan sulit untuk iltizam dalam beramal shalih.Ya, Allah ampunilah dosa-dosa kami dan karuniakanlah rahmat-Mu kepada kami. amin.

 

Footnote:(1).Tahdzib Syarah Ath-Thahawiyah Dasar-dasar Aqidah Menurut Ulama Slaaf,2/65,At-Tibyan.

Sumber bacaan:

1. Terjemah Shahih Bukhari, Ahmad Sunarto,Asy-Syifa, semarang

2. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir,Muhammad Nasib Ar-rifa’i,GIP, Jakarta

3.Tahdzib Syarah Ath-Thahawiyah dasar-dasar Aqidah Menurut Ulama Salaf, At-Tibyan,Solo

4. Hiburan Bagi Orang yang Tertimpa Musibah, Muhammad bin Muhammad Al-Manjabi Al Hambali,Darul Haq,Jakarta

5. Fitnah dan Bencana Akhir zaman, Ibnu Katsir, Pustaka Azzam

 

http://jilbab.or.id/archives/33-ukhti-sudahkah-engkau-mengetahui-tentang-shirat/

About these ads
By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Aqidah