Kesalahan-Kesalahan dalam Adzan dan Iqamah

Adzan dan iqamah adalah ibadah, maka harus berdasarkan nash yang ada. Tidak boleh menetapkan hukum dalam adzan dan iqamah kecuali yang telah disyariat-kan oleh Allah dan Rasul_Nya. Telah tersebar di masyarakat kita kekeliruan dan kebid’ahan yang berkaitan dengan adzan dan iqamah. Di sini penulis akan menyebutkan hal-hal itu secara singkat.

1. Kesalahan-kesalahan para muadzin

  1. Melagukan dan meliuk-liukkan suara secara berlebihan dalam adzan.
  2. Menambah kata sayyidina ketika bersyahadat dalam adzan.
  3. Mengenakan selempang, bertasbih, dan lain-lain sebelum mengumandangkan adzan.
  4. Menjahrkan (mengeraskan) shalawat Nabi setelah adzan.
  5. Tidak melaksanakan sunnah-sunnah adzan yang telah disebutkan di atas.
  6. Tidak mengumandangkan adzan pada awal shalat shubuh dan tidak mengucapkan ­tatswib (mengucapkan ash_shalatu khoirum minan naum) pada adzan tersebut.

2. Kesalahan-kesalahan para pendengar adzan

  1. Tidak melaksanakan sunnah-sunnah yang telah disebutkan di atas.
  2. Ucapan mereka: Allahu a’zham wal ‘izzatu lillah ketika mendengar muadzin mengumandangkan takbir.
  3. Sebagian mereka ada yang bersumpah dengan hak adzan.
  4. Sebagian mereka memberi tambahan pada doa setelah adzan: wad darajatal ‘aliyatar rafi’ah dan innaka la tukhliful mi’ad.
  5. Mereka mendahului muadzin dengan ucapan: la ilaaha illallah ketika muadzin mengucapkan takbir yang terakhir.

3. Kesalahan-kesalahan ketika iqamah shalat dikumandangkan

  1. Tidak menjawab iqamah.
  2. Ketika orang yang beriqamah mengucapkan: qad qamatish shalah dijawab dengan: aqamahallah wa adamaha.
  3. Ucapan mereka setelah iqamah selesai dikumandangkan: Allahumma ahsin wuqufana baina yadaika.

 

http://alhafizh84.wordpress.com/2009/10/30/beberapa-kesalahan-dan-bid%E2%80%99ah-dalam-adzan-dan-iqamah/

About these ads
By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Fikih