Apa yang Harus Kita Ucapkan ketika Sedang dan Setelah Mendengar Adzan?

Dianjurkan bagi orang yang mendengar suara adzan agar mengucapkan seperti yang diucapkan muadzin:

Dari Abu Sa’id bahwa Nabi saw. bersabda, “Apabila kamu mendengar panggilan (adzan). Maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin!” (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari II: 90 no: 611, Muslim I: 288 no: 383, ‘Aunul Ma’bud II: 224 no: 518, Tirmidzi I: 134 no: 208, Ibnu Majah I: 238 no. 720 danNasa’i II: 23).

Dari Umar bin Khatthab bahwa Rasulullah bersabda, “Apabila muadzin mengucapkan ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR, lalu seorang diantara kamu mengucapkan (juga) ALLAAHU AKBAR ALLAHU AKBAR kemudian muadzin mengucapkan AYSHADUALLAA ILAAHAILLALLAAH,’ mengucapkan (juga), AYSHADU ALLAA ILAA HA ILLALLAAH” kemudian muadzin mengucapkan, ‘ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAAH ia mengucapkan (juga) “ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAH” kemudian muadzin mengucapkan “HAYYA ALASH SHALAAH” Maka ia mengucapkan, LAA HAULAA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH (tiada daya dan upaya. kecuali dengan pertolongan Allah).” Kemudian muadzidzin mengucapkan “HAYYA ALAL FALAAH”  ia mengucapkan, LAA HAULAA WALAA QUWWATA ILLA BILLA” kemudian muadzin mengucapkan “ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR” ia mengucapkan (juga) “ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR” kemudian muadzin mengucapkan “LAA ILAAHA ILLALLAH” ia mengucapkan “LAA ILAAHA ILLALLAH” dari lubuk hatinya. maka pasti ia masuk syurga.” (Shahih: Shahih Abu Daud no: 527. Muslim 1: 289 no: 385, dan Aurnil Ma’hud. II: 228 no: 523).

Jadi, barang siapa yang seperti apa yang diucapkan muadzin, atau ketika mendengar bacaan hai’alatain (yaitu ucapan, “HAYYA ALASH SHALAH DAN HAYYA ALAL FALAAH”) ia mengucapkan LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH.” Atau memadukan antara hai’alatain dengan hauqalah bacaan (LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH) maka insya Allah ia benar.

Manakala muadzin selesai dan mengumandangkan adzan dan jamaah yang mendengarkannnya sudah menjawabnya, maka sesudah itu dianjurkan mengucapkan apa yang tertuang dalam dua hadits berikut ini:

Dari Abdullah bin Amr r.a. bahwa ia mendengar Nabi saw. bersabda, “Apabila kamu mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang diucapkannya. kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barang siapa yang bershalawat sekali kepadaku, maka Allah membalasnya sepuluh kali kepadanya, kemudian mintalah kepada Allah untukku  wasilah, karena sungguh ia adalah kedudukan yang tinggi di syurga yang tidak patut (diraih) kecuali oleh seorang hamba dan kalangan hamba hamba Allah. Dan aku berharap akulah. Maka barang siapa yang memohon wasilah kepada Allah untukku, niscaya ia berhak mendapathan syafa’at.” (Shahih: Mukhtasharu Muslim no: 198, Muslim I: 288 no: 384. ‘Aunul Ma’bud II: 225 no: 519. Tirmidzi V: 247 no: 3694, Nasa’i II: 25).

Dari Jabir r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang ketika (usai) mendengar panggilan (adzan) mengucapkan, ALLAAHUM-MA RABBA HAADZIHID DA’WATIT TAMMAH, WASHSHALAATIL QAA-IMAH AATI MUHAMMADANIL WASIILATA WAL FADHIILAH WAB’ATSHU MAQAMAM MAHMUDANIL LADZTI WAADTAH (Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna dan shalat yang akan dilaksanakan diberikan kepada

Muhammad wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah Beliau pada kedudukan yang terpuji yang engkau janjikan padanya). Maka ia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 243, Fathul Bari II: 94 no: 614, ‘Aunul Ma’bud II: 231 no: 525, Tirmidzi I: 136 no: II, Nasa’i 11: 27, Ibnu Majah I: 239 no: 722).

Suatu hal yang perlu diketahui: Dianjurkan bagi setiap muslim untuk memperbanyak do’a antara adzan dengan iqamah, karena do’a pada waktu imustajab (terkabul):

Dari Anas bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ditolak do’a (yang dipanjatkan) antara adzan dan iqamah.” (Shahih Sunnah: Abu Daud no: 489, Tirmidzi I: 137 no: 212 dan ‘Aunul Ma’bud II: 224 no: 517).

 

http://www.alislamu.com/ibadah/4-shalat/174-bab-adzan.html

 

Iklan
By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Fikih