Qadha Shalat Tahajjud

TANYA: Apakah benar Rasulullah bila lupa/tertidur untuk melakukan sholat tahajud, maka Beliau akan mengqodhonya dengan sholat dhuha 12 rokaat, lalu bagaimana kalau kita hanya melakukannya 6 atau 8 rokaat saja,apakah kita masih dianggap istiqomah sholat tahajud?

JAWAB: Wa’alaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuh
Segala puji hanya bagi Allah, Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya yang setia sampai hari kiamat, amma ba’du;

Saudaraku–Barokalloh fiik,

Benar, apabila Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Salam tidak mengerjakan shalat malam dikarenakan sakit atau yang lainnya maka Beliau mengqadhanya pada waktu Dhuha dengan dua belas raka’at karena shalat malam Beliau sebelas raka’at (witir atau ganjil). Jadi, Beliau mengerjakan dua belas raka’at sebagai ganti sebelas raka’at karena tidak ada lagi shalat witir setelah masuk waktu Shubuh sehingga Beliau menggenapkannya menjadi dua belas.

Demikian pula apabila seseorang yang biasa shalat malam boleh mengqadha shalat malamnya pada waktu Dhuha jika dia tidak mengerjakannya pada waktu malam karena sakit, ketiduran atau yang lainnya. Jika dia biasa shalat malam sebelas raka’at, maka mengqadhanya dua belas raka’at. Jika dia biasa shalat malam sembilan raka’at, maka mengqadhanya sepuluh raka’at. Jika dia biasa shalat malam tujuh raka’at, maka mengqadhanya delapan raka’at. Demikian seterusnya.

Semoga Jelas dan Bermanfaat.

http://www.kajianislam.net/modules/newbb/viewtopic.php?topic_id=305

Iklan