Shalat ‘Ied Tanpa Adzan dan Iqamah

Dari Jabir bin Samurah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata :

“Artinya : Aku pernah shalat dua hari raya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dari sekali dua kali, tanpa dikumandangkan azan dan tanpa iqamah”[1]

Ibnu Abbas dan Jabir Radhiyallahu ‘anhum berkata :

“Artinya : Tidak pernah dikumandangkan azan (untuk shalat Ied -pent) pada hari Idul Fithri dan Idul Adha” [2]

Berkata Ibnul Qayyim :

“Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila tiba di mushalla (tanah lapang), beliau memulai shalat tanpa azan dan tanpa iqamah, dan tidak pula ucapan “Ash-Shalatu Jami’ah”. Yang sunnah semua itu tidak dilakukan. [3]

Imam As-Shan’ani berkata dalam memberi komentar terhadap atsar-atsar dalam bab ini :

“Ini merupakan dalil tidak disyariatkannya azan dan iqamah dalam shalat Ied, karena (mengumandangkan) azan dan iqamah dalam shalat Ied adalah bid’ah” [Zaadul Ma’ad 1/442]

[Disalin dari buku Ahkaamu Al’Iidaini Fii Al Sunnah Al Muthahharah, edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, hal. 23-24, terbitan Pustaka Al-Haura’, penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein]

————–
Foote Note.
[1]. Riwayat Muslim 887, Abu Daud 1148 dan Tirmidzi 532
[2]. Riwayat Muslim 887, Abu Daud 1148 dan Tirmidzi 532
[3]. Zaadul Ma’ad 1/442

http://almanhaj.or.id/content/1173/slash/0

Iklan
By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Fikih