Keutamaan Tauhid

Saudaraku pembaca, sebagai seorang muslim, pasti tidak asing lagi mendengar kata Tauhid. Sebuah kata yang sangat penting dan urgen di dalam agama Islam. Tetapi, betapa banyak kaum muslimin yang meremehkan kata tersebut. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita akan sedikit mengulang dan membahas tentang kedudukan dan keutaman tauhid dalam agama Islam, dengan harapan kita semakin cinta akan agama ini dan semakin bersemangat dalam memahami, mengamalkan, dan kemudian mendakwahkanya. Atau minimal dapat menyegarkan kembali ingatan kita akan pentingnya kalimat At-Tauhid dalam diri kita. Baca lebih lanjut

Iklan
By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Aqidah

Manhaj Dakwah Ahlussunnah

Karakteristik manhaj/dakwah Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang membedakannya dengan ahlul bid’ah sangat banyak, dan telah dijelaskan oleh para Imam Ahlus Sunnah Wal Jamaah dalam banyak kitab karya mereka dan tersebar luas di kalangan kaum muslimin. Untuk itu, kami sebutkan sebagian dari karakteristik tersebut, di antaranya: Baca lebih lanjut

By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Aqidah

Tashfiyah dan Tarbiyah

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallam dengan membawa petunjuk dan agama yang haq (benar). Oleh karena itulah Allah Ta’ala memenangkan agama ini di atas seluruh agama, walaupun orang kafir tidak menyukainya. Kemudian dengan berjalannya waktu dan jauhnya masa dari zaman kenabian, umat Islam semakin jauh dari agamanya yang haq. Banyak perkara yang bukan agama dianggap sebagai agama. Demikian juga, lemahnya ilmu dan semangat mengamalkan Islam telah banyak menimpa umat ini. Maka tidak aneh, Allah Ta’ala menimpakan kehinaan pada umat ini. Kehinaan itu tidak akan hilang sehingga mereka kembali kepada agama-Nya. Baca lebih lanjut

By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Aqidah

Ahlussunnah Taat Kepada Pemimpin Kaum Muslimin

Di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah wajibnya taat kepada pemimpin kaum Muslimin selama mereka tidak memerintahkan untuk berbuat kemaksiyatan, meskipun mereka berbuat zhalim. Karena mentaati mereka termasuk dalam ketaatan kepada Allah, dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah wajib.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kalian”[An-Nisaa : 59] Baca lebih lanjut

By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Aqidah

Dialog Bersama Ustadz Abu Hudzaifah: Cara Menasehati/Mengingkari Penguasa

assalamu’alaykum..
ustadz, benarkah yg disebutkan dlm link ini http://www.islamedia.web.id/2011/02/bagaimana-hukum-menggulingkan.html bahwa banyak dari ulama salaf yg menyebutkan keburukan penguasa di depan khalayak ramai??
jazakallahukhayran atas jawaban antum^^

——————————————————————————————————————————————————- Baca lebih lanjut

By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Aqidah

Jihad Bersama Ulil Amri/Penguasa

Jihad secara etimologis bermakna kesulitan atau kemampuan. Sedangkan secara terminologis bermakna mengerahkan segenap kemampuan di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dlm rangka meninggikan kalimat-Nya membela agama-Nya memerangi musuh-musuh-Nya dan juga dlm rangka mencegah kedzaliman pelanggaran dan kejahatan seseorang.

Makna jihad lbh luas dari sekedar bertempur atau perang. Bahkan ia mencakup jihad melawan hawa nafsu jihad melawan orang2 kafir dan seluruh musuh Islam serta jihad melawan kemungkaran dan sejenisnya. Sebagaimana pula jihad dapat dilakukan dgn jiwa harta lisan dan lainnya.

Namun jihad sering disalahartikan. Terkadang ia diidentikkan dgn segala tindak anarkhis dan teror sebagaimana yg diopinikan oleh orang2 kafir dan antek-anteknya. Terkadang pula dipahami secara radikal sehingga identik dgn memerangi tiap orang kafir dan memerangi tiap penguasa yg berbuat dzalim sebagaimana diyakini oleh orang2 yg berafiliasi kepada paham sesat Khawarij. Sehingga tdk jarang mereka meyakini dan menamakan tindakan anarkhis dan teror yg mereka lakukan sebagai jihad.

Inilah yg menyebabkan kian rancu definisi jihad yg syar’i padahal jihad itu sendiri merupakan amalan mulia lagi suci. Jihad dlm Islam bersih dari tindakan anarkhis dan melampaui batas tdk diperbolehkan membunuh orang kafir mu’ahad kafir musta’min serta para wanita dan anak-anak .

Bahkan ada syariat jihad ini sebenar utk meniadakan fitnah mewujudkan ketenangan dan kedamaian di dunia dan supaya agama ini semata-mata utk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ

“Dan perangilah mereka supaya jangan ada fitnah dan supaya agama ini semata-mata utk Allah.”

Oleh krn itulah syariat jihad sudah ada sejak dahulu kala di dlm agama para nabi sebelum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَكَأَيِّن مِّنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيْرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيْلِ اللهِ وَمَاضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللهُ يُحِبُّ الصَّابِرِيْنَ

“Dan berapa banyak nabi yg berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut yg bertaqwa. Mereka tdk menjadi lemah krn bencana yg menimpa mereka di jalan Allah tdk lesu dan tdk menyerah . Dan Allah menyukai orang2 yg sabar.” Baca lebih lanjut

By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Aqidah

Hukum Shalat Dibelakang Ahli Bid’ah

Al-Imam al Bukhari membuat sebuah bab berjudul:

“Keimaman Seorang yang Terlibat Fitnah dan Seorang Ahli Bid’ah”

Lalu beliau menyebutkan riwayat,
عَنْ عُبَيْدِاللَّهِ بْنِ عَدِيِّ بْنِ خِيَارٍ أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِي اللَّهم عَنْهم وَهُوَ مَحْصُورٌ فَقَالَ إِنَّكَ إِمَامُ عَامَّةٍ وَنَزَلَ بِكَ مَا نَرَى وَيُصَلِّي لَنَا إِمَامُ فِتْنَةٍ وَنَتَحَرَّجُ فَقَالَ الصَّلَاةُ أَحْسَنُ مَا يَعْمَلُ النَّاسُ فَإِذَا أَحْسَنَ النَّاسُ فَأَحْسِنْ مَعَهُمْ وَإِذَا أَسَاءُوا فَاجْتَنِبْ إِسَاءَتَهُمْ

Dari ‘Ubaidullah bin ‘Adi bahwa beliau masuk menemui ‘Utsman bin ‘Affan saat beliau dikepung maka ia mengatakan: Sesungguhnya engkau adalah imam jama’ah, dan telah menimpamu apa yang kami lihat dan (sekarang yang) mengimami kami adalah imam fitnah , kami merasa takut berdosa. Maka ‘Utsaman berkata: Shalat adalah sebaik-baik apa yang dilakukan oleh manusia, maka jika mereka berbuat baik, berbuat baiklah bersama mereka dan jika mereka berbuat jelek maka jauhilah kejelekan mereka. [Shahih, HR Al Bukhari. lihat fathul bari :2/188 no: 695] Baca lebih lanjut

By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Aqidah

Hak-Hak Orang Kafir

Ketika kekhilafahan islam dan hukum Islam ditinggalkan maka banyak sekali hak dan kewajiban yang terlantar dan disalah artikan. Sikap dan tindakan yang melanggar syari’at dianggap bagian dari syari’at (baca: jihad), terutama yang berhubungan dengan orang kafir. Ada yang beranggapan, orang kafir seluruhnya sama wajib diperangi, tidak boleh diberi keamanan. Sebaliknya, ada juga yang menganggap semua orang kafir itu memiliki hak-hak yang sama dengan kaum muslimin. Kedua anggapan ini tidak bisa dibenarkan. Anggapan pertama akan menyeret kepada perbuatan zhalim, padahal Islam mengajarkan keadilan dan mengharamkan perbuatan zhalim kepada siapapun juga. Sedangkan anggapan yang kedua akan melunturkan dan mengikis al wala’ (loyal kepada kaum muslimin) dan al bara’ (berlepas diri dari semua orang kafir) dari hati kaum mulimin.

Lalu bagaimanakah seharusnya kita berhubungan dengan orang-orang kafir? Apakah mereka disikapi sama? Baca lebih lanjut

By Abu Muhammad bin Saleh Posted in Aqidah